>Ragam Sajian ala Restoran Pawon

>

INGIN menikmati menu dengan beragam pilihan? Restoran Pawon bisa jadi destinasi. Di samping menyedia kan makanan khas Jawa Tengah dan Jawa Timur, Pawon juga menawarkan masakan Betawi, Bali, Oriental, serta seafood. 

Ya, restoran yang berada di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan, ini menawarkan variasi menu yang amat komplet. Mulai masakan Jawa hingga Oriental. Nama Pawon yang dalam bahasa Jawa berarti “dapur”, sengaja dipilih sang pemilik yang berasal dari Yogyakarta untuk menonjolkan kesan masakan Jawa pada restoran ini.

Di kawasan Kemang pun rupanya nama Pawon bukan satu-satunya yang digunakan oleh restoran ini. Sedikitnya ada dua restoran lain yang menggunakan nama hampir mirip. Namun, Restoran Pawon yang berdiri sejak 2 Januari 2007 ini memiliki ciri khas tersendiri, yang membedakannya dengan restoran lain. Baik dari segi masakan maupun tempat.

Restoran Pawon memiliki lahan parkir yang cukup luas. Masuk ke dalam, ruangan yang tersedia memang tidak besar. Hanya dapat menampung sekitar 60 orang. Rencananya, pada akhir 2009 restoran ini akan diperluas ke bagian belakang hingga dapat menampung sedikitnya 250 orang. “Karena kami memiliki jumlah pengunjung loyal yang semakin bertambah, maka secepatnya akan kami perluas restoran ini,” kata Operation Manager Restoran Pawon Tono Soemodinoto.

Sebenarnya restoran ini menempati sebuah rumah yang dipugar sedemikian rupa hingga menjadi restoran di area depan, sedangkan bagian belakang ditempati oleh pemilik rumah. Di area belakang itu berdiri sebuah pendopo yang usianya sudah cukup tua, serta kolam renang. Area ini sering dimanfaatkan untuk keperluan resepsi pernikahan yang dapat menampung sekitar 1.000 tamu.

Pawon mengambil desain minimalis modern dengan konsep restoran semi dining. Selain meja makan, tamu juga dapat memilih menikmati hidangan di deretan sofa yang lebih berkesan santai. Restoran ini menyasar target konsumen karyawan kantor yang bekerja di sekitar Ampera dan Kemang, serta menargetkan keluarga untuk berkunjung di akhir pekan.

Restoran ini sangat pas bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi aneka jenis masakan, namun di tengah suasana yang nyaman dan tenang. Seperti yang dirasakan oleh Nugroho Handoyo bersama istrinya, Hera.

Kendati berdomisili di sekitar Kemang, Nugroho mengaku baru kali itu bertandang ke Pawon. Suasana restoran yang tidak berisik didukung dengan makanan yang lezat, membuat restoran ini menjadi menarik.

“Apalagi ada fasilitas hotspotnya,” imbuh pria yang bekerja di bilangan Jakarta Utara itu.

Nugroho menilai, hidangan sate ayam yang sempat dicicipi rasanya lumayan enak. “Yang membuat beda cara penyajiannya. Nice, membuat selera makan timbul,” katanya. Begitu pun dengan rasa sup laut pawon jawa yang menjadi andalan restoran ini. Harga makanan yang ditetapkan pengelola restoran ini cukup terjangkau menurut mereka.

Di samping sup laut pawon jawa, menu lain yang juga diminati adalah sup tengkleng iga sapi. Pada umumnya tengkleng menggunakan daging sapi, namun Pawon mencoba hadir dengan ragam lain, yakni iga sapi. Daging iganya amat empuk sehingga tidak perlu tenaga ekstra untuk mengunyahnya.

Aroma masakan ini sangat harum “menusuk” hidung. Bagaimana tidak, di dalam kuah diberi irisan batang sereh yang dipotong memanjang. Membuat rasa tengkleng semakin segar dan sedap dipandang mata. Pokoknya jangan berhenti sebelum tetes terakhir kuah tengkleng habis.

Menu lain yang ditawarkan adalah nasi campur bali. Nasi ini terdiri atas nasi putih, bebek betutu, telur bumbu kuning, sate lilit, gedang mekuah, urap, sambal matah, dan kerupuk udang. Bahan baku sate lilit bukan daging ayam ataupun sapi, seperti sate kebanyakan, melainkan daging ikan kakap yang dililitkan di batang sereh. Gedang mekuah yang dihidangkan berupa kuah dengan potongan daging ayam, irisan cabai rawit merah, dan pepaya muda. Rasanya sangat pedas dan dijamin membuat Anda garuk-garuk kepala karena kepedasan, dengan tetap mencoba menghabiskan semangkuk gedang mekuah ini.

Untuk menghilangkan rasa pedas, segarkan dengan minuman ketimun spesial. Ini merupakan parutan ketimun yang dipermanis dengan sirup spesial. Atau untuk menghangatkan badan, pilih saja wedang jahe. “Wedang jahe yang kami sajikan terbuat dari jahe segar, bukan yang sudah berupa bubuk dan dalam kemasan,” tukas Tono.

Penyuka daging bebek pasti akan menggemari bebek bakar rica ala Restoran Pawon. Rasa pedas datang dari irisan cabai rawit merah, bercampur dengan aroma harum daun kemangi dan lalapan. Rasa daging bebeknya kenyal namun tidak keras.

(tty)

Advertisements

Leave a comment

Filed under Kuliner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s