>Modifikasi Tungku Sekam untuk Mesin Pengering Terintegrasi dengan Penggilingan Padi (2006)

>

Harmanto; Mulyantara, FX. Lilik Tri; Nurhasanah, Ana; Rahmarestia W, Elita; Wiyono,Joko; Wikan Widodo, Teguh; Sutrisno
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
ABSTRAK
Pada saat ini, potensi ketersediaan limbah sekam dari 60.000 unit penggilingan padi yang ada di Indonesia adalah sekitar 1.150 metrik ton sekam per bulan. Sekam masih merupakan limbah (hasil samping) penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara optimal padahal sekam merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial. Selain itu, krisis energi yang terjadi akhir-akhir ini seperti: tingginya harga BBM (bahan bakar minyak) dan langkanya minyak tanah di pasaran, pemanfaatan sekam sebagai sumber energi alternatif sangat dibutuhkan. Hal ini sekaligus untuk mengurangi limbah penggilingan padi. Tungku sekam merupakan alat pembangkit energi dari sekam untuk pengering gabah tipe bak terbuka telah dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Padi (Balitpa), Sukamandi. Dalam pengoperasiannya, kinerja tungku sangat tergantung pada operator terlebih apabila letak tungku ini terintegrasi dengan unit penggilingan padi. Pengumpanan sekam masih dilakukan secara manual dan pengaturan panas pada tungku dirasakan masih sulit dikontrol. Untuk itu perlu dilakukan modifikasi tungku guna meningkatkan kinerja tungku ini. Tujuan penelitian ini adalah memodifikasi tungku sekam yang sudah dikembangkan tersebut diatas, terutama pada desain tungku sekam, perbaikan tata letak dengan unit penggilingan padi dan sistem pengumpanan sekamnya. Berdasarkan studi kasus pada salah satu UPJA di Binong, Sukamandi, perbaikan tata letak telah dilakukan. Bucket conveyor berkapasitas 30 kg/jam telah dirancang dan diuji dengan melakukan simulasi tata letak dengan penggilingan padi di BBPMektan, Serpong untuk memperbaiki sistem pengumpanan sekam ke tungku dan sistem pembakarannya. Hasil uji fungsional dan unjuk kerja menunjukkan bahwa penambahan komponen pengumpan berupa konveyor ini sangat membantu meningkatkan efisiensi tungku dan penyaluran panas pada mesin pengering, menjaga kontinyuitas pembakaran dan menurunkan jumlah operator. Modifikasi tungku sekam dan perubahan tata letak mesin pengering terintegrasi dengan unit penggilingan padi mampu meningkatkan suhu ruang pengering rata-rata menjadi 44,7 °C, meningkatkan efisiensi tungku dari 25 % menjadi 33,6 % dan menekan biaya pokok pengeringan dari Rp. 53,-/kg menjadi Rp. 48,-/kg. Namun demikian, masih perlu perbaikan dalam mempertahankan suhu udara hasil pembakaran sekam antara 40 – 50 °C pada ruang pengering (plenum chamber) dengan memperbaiki sistem pengaduk arang pada tungku sekam sehingga pembakaran sekam lebih kontinyu.
Advertisements

Leave a comment

Filed under Tungku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s