>Rumah Seribu Tungku

>

asap mengepul dari tungku pertama,
di susul tungku kedua hingga tungku keseribu
hanya berselang dalam hitungan menit, setiap hari
tubuh-tubuh lesu kian melemah dalam kepongahan
si kecil dalam kepolosannya
menerima hembusan asab seribu tungku
nafasnya sesak dalam ke takberdayaan
ia jadi pusat perhatian, sekaligus pusat kepongahan
dari tubuh-tubuh tua yang pongah karena tak tau tuanya
tanggung jawab dan komitmen hanya ada di ujung bibir
terus mencericit bak curut dalam keriangan hampa
lompat kesanakemari memantik bara tungku-tungku itu
beremberember air menyiram,
tungku-tungku itu tetap nyala secara bergantian
mati tungku pertama hidup tungku kedua,
disusul tungku tiga hingga tungku kesembilanratus sembilan puluh sembilan
entah sampai kapan
rumah seribu tungku terus menyala
dalam rona pesona dunia

Advertisements

1 Comment

Filed under Renungan

One response to “>Rumah Seribu Tungku

  1. >hehe makasih sudah mempublish karya sayasalamtarsih ekaputrahttp://tarsihekaputra.blogspot.comhttp://tarsihekaputra.multiply.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s